-->

Keutamaan Shalat Berjamaah


Pertanyaan:
Apa saja keutamaan Shalat berjamaah itu?

Jawaban:
Banyak keutamaan Shalat berjamaah Menurut sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Berikut ini beberapa keutamaan tersebut:
Lipat ganda Kamal. Sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Nafi' dari 'Abdullah bin 'Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat berjama'ah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat."

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjaga orang yang melaksanakan Shalat berjamaah dari setan. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ بْنُ زِيَادٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ ذِئْبُ الْإِنْسَانِ كَذِئْبِ الْغَنَمِ يَأْخُذُ الشَّاةَ الْقَاصِيَةَ وَالنَّاحِيَةَ فَإِيَّاكُمْ وَالشِّعَابَ وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَالْعَامَّةِ وَالْمَسْجِدِ

Telah bercerita kepada kami Rouh telah bercerita kepada kami Sa'id dari Qotadah telah bercerita kepada kami Al 'Ala`bin Ziyad dari Mu'adz bin Jabal, bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda; "Setan adalah serigala bagi manusia laksana serigala bagi kambing yang terlepas dan tersingkir. Karena itu janganlah kalian bercerai berai, kalian harus bersama jamaah, orang banyak dan masjid."

Dalam hadis riwayat Abu ad Darda disebutkan: 
بسم الله الرحمن الرحيم. ما من ثلاثه في قريه ولا بدو لا تقام فيه صلاه الاقدس توضع عليهم شيطان في عليكم بالجماعه فانما ياكل الذئب القاصيه 
Ada tiga orang yang berada di suatu kampung atau perkampungan Baduy tidak dilaksanakan shalat berjamaah maka sesungguhnya setan telah menguasai Mereka melaksanakan Shalat berjamaah karena sesungguhnya Serigala hanya memakan kambing yang memisahkan diri dari Jamaah hadis riwayat Abu Daud.

Keutamaan Shalat berjamaah semakin bertambah dengan banyaknya jumlah orang yang shalat berdasarkan hadits dari Ubay bin ka'ab Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: 
بسم الله الرحمن الرحيم و انا صلاه الرجل مع الرجل ازكى من صلاته وحده و صلاته مع الرجلين ازكى من صلاته مع الرجل وما كفره فهو احب الى الله تعالى.
"Sesungguhnya shalat seseorang dengan satu orang lebih utama daripada shalat sendirian. Shalat seseorang bersama dua orang lebih utama daripada Shalat yang bersama satu orang. Jika lebih banyak, maka lebih dicintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala". Hadis riwayat Abu Daud.

Dijauhkan dari azab neraka dan dijauhkan dari sifat munafik, bagi orang yang melaksanakan Shalat selama 40 hari secara berjamaah tanpa ketinggalan Takbiratul Ihram bersama Imam. Berdasarkan hadits Anas bin Malik. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ وَنَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو قُتَيْبَةَ سَلْمُ بْنُ قُتَيْبَةَ عَنْ طُعْمَةَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ أَنَسٍ مَوْقُوفًا وَلَا أَعْلَمُ أَحَدًا رَفَعَهُ إِلَّا مَا رَوَى سَلْمُ بْنُ قُتَيْبَةَ عَنْ طُعْمَةَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ وَإِنَّمَا يُرْوَى هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ الْبَجَلِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَوْلَهُ حَدَّثَنَا بِذَلِكَ هَنَّادٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ خَالِدِ بْنِ طَهْمَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ الْبَجَلِيِّ عَنْ أَنَسٍ نَحْوَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ وَرَوَى إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ هَذَا وَهَذَا حَدِيثٌ غَيْرُ مَحْفُوظٍ وَهُوَ حَدِيثٌ مُرْسَلٌ وَعُمَارَةُ بْنُ غَزِيَّةَ لَمْ يُدْرِكْ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَبِيبُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ يُكْنَى أَبَا الْكَشُوثَى وَيُقَالُ أَبُو عُمَيْرَةَ
telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Mukram dan Nashr bin Ali Al Jahdlami keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Qutaibah Salm bin Qutaibah dari Thu'mah bin 'Amru dari Habib bin Abu Tsabit dari Anas bin Malik ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa shalat berjama'ah selama empat puluh hari dengan mendapatkan takbir pertama ikhlas karena Allah, maka akan dicatat baginya terbebas dari dua hal; terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat munafik." Abu Isa berkata; "Hadits ini diriwayatkan dari Anas dengan secara mauquf, dan saya tidak mengetahui seorangpun yang memarfu'kan hadits ini, kecuali hadits yang diriwayatkan Salm bin Qutaibah, dari Thu'mah bin 'Amru, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Anas. Hanya saja hadits ini diriwayatkan dari Habib bin Abu Habib Al Bajali dari perkataan Anas bin Malik. Seperti itu pula Hannad menceritakan kepada kami dari Waki' dari Khalid bin Thahman dari Habib bin Abu Habib Al Bajali dari Anas sebagimana dalam hadits tersebut, namun ia tidak memarfu'kannya. Dan Isma'il bin Ayyasy telah meriwayatkan hadits ini dari Umarah bin Ghaziyah dari Anas bin Malik dari Umar bin Al Khaththab dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang semakna dengan hadits ini, namun hadits ini tidak mahfudz (tidak terjaga), hadits ini setatusnya mursal, karena Umarah bin Ghaziyah tidak bertemu dengan Anas bin Malik." Muhammad bin Isma'il berkata; "Habib bin Abu Habib julukannya adalah Abu Al Kasyutsa, dan dinamakan juga dengan Abu Umairah."

Dalam hadis ini terdapat keutamaan ikhlas dalam shalat karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan: "Siapa yang melaksanakan Shalat karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala". Artinya tulus ikhlas hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala Semata. Makna dijauhkan dari kemunafikan dan azab neraka adalah: dilepaskan dan diselamatkan dari kedua perkara tersebut. Dijauhkan dari kemunafikan, artinya: selama di dunia ia diberi jaminan tidak melakukan perbuatan orang munafik dan selalu diberi Taufik oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk selalu berbuat ikhlas karena Allah. Maka di akhirat kelak ia diberi jaminan dari azab yang menimpa orang munafik. Rasulullah Shallallahu Alaihi Salam memberi kesaksian bahwa ia bukan orang munafik, karena sifat orang munafik merasa berat ketika akan melaksanakan Shalat.

Siapa yang melaksanakan sholat subuh berjamaah, maka ia berada dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala hingga petang hari, berdasarkan hadis riwayat jundub bin Abdillah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: 
بسم الله الرحمن الرحيم من صلى الصبح فهو في ذمه الله
"Siapa yang melaksanakan sholat subuh berjamaah, maka ia berada dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala". Hadits Riwayat Muslim.

Diambil dari buku 99 tanya jawab seputar shalat karangan Haji Abdul Somad LC Ma.
Beberapa hadits diambil dari aplikasi Android Ensiklopedi Hadits.

0 Response to "Keutamaan Shalat Berjamaah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel